v>




OM yang satu ini berasal dari Jakarta yang di Pimpin oleh bpk H Syafii, Walaupun musisi dan Vocalisnya semua dari madura. Dalam Album ini OM fajar Sehati Menggandeng Yus Yunus sebagai Vocalis dan di beri nama title Albumya "INDONESIA". Bagi anda para pecinta koplo, dan merindukan koplo era tahun 2000 an atau koplo original bisa download lagu lagunya di bawah ini :

H Syafii OM Fajar Sehati - Hilang Tak Berkesan
OM Fajar Sehati ( Bersama ) - Indonesia
OM Fajar sehati ( Bersama ) - Soto Madura
OM Fajar sehati - Janji Palsu ( madura Version )
Yus Yunus & Mega Wahyudi Syafii OM Fajar Sehati - Tujuan Hati
yus Yunus Feat mega wahyudi Syafii OM Fajar Sehati - Janji Palsu
Yus Yunus Feat Mega Wahyudi Syafii OM Fajar Sehati - Salamah
Yus Yunus Feat Mega Wahyudi Syafii OM Fajar Sehati - Sanjungan Jiwa



Link ke posting ini


El Surayya adalah sebuah Group musik Irama Padang Pasir di era 70-an yang berdomisili di kota Medan Sumatera Utara. Syair-syair yang mereka bawakan mengandung hikmah dan pengajaran serta pengetahuan berharga bagi kita dalam menjalankan syari'at agama Islam sekaligus menjadi hiburan penyejuk hati. Anda Dapat mendownload Mp3 Irama Padang Pasir El-Surayya melalui Blog ini.

Melalui blog ini, kami mencoba menghadirkan kepada Anda para penikmat musik Irama Padang Pasir yang tentunya harus didahului dengan mendowload file MP3 nya berikut ini:

01. Jasa Bunda
02. Maulid Nabi
03. Di Ujung Malam
04. Ibadah Haji
05. Selimut Putih
06. Perjuangan
07. Pesan dalam Irama
08. Petuah
09. Nasehat
10. Shubuh
11. Selamat Datang
12. Do’a dalam Irama
13. Selimut Putih (asli)
14. Pemuda Islam
15. Mohon dan Pinta
16. Harta Dunia
17. Panggilan Ka’bah
18. Pusara Kasih
19. Kasih Ibu Bapa
20. Anak Derhaka
21. Tak Mungkin Kembali

Lagu Lagu Dakwah
Kali ini kami munculkan Mp3 Lagu-Lagu Dakwah yang dilantunkan oleh Niswardi, S.Pd dan juga merupakan ciptaannya sendiri. Lagu-lagu ini di relies pada tahun 2006 dan dinyanyikan secara solo.
Arti Kehidupan.mp3
Badai Tsunami.mp3
Bencana.mp3
Ingin Bahagia.mp3
Jodoh di Tangan Allah.mp3
Lansia.mp3
Marhaban.mp3
Taubat Nashuha.mp3

Irama Padang Pasir
Kami hadirkan sebuah album hasil gubahan dengan musik lebih modern. Mohon maaf bukan penyanyi asli semua, namun hanya ini yang dapat kami hadirkan di sini.
1. RAMADHAN.mp3
2. RENUNGKANLAH.MP3
3. IRADAT TUHAN.MP3
4. AHBABINA.mp3
5. PANGGILAN JIHAD.MP3

Cut Inta Ibnu Arhas
Cut Intan Ibnoe Arhas adalah salah seorang penyanyi pemula yang baru memulai kariernya di blantika musik Irama Padang Pasir etnis Aceh, namun baru keluar satu album, yang bersangkutan keburu menghadap Yang Maha Kuasa (meninggal dunia) dalam musibah gempa/tsunami Aceh 24 Desember 2004 (allahummaghfir laha warham ha).

Sebelum berpulang ke Rahmatullah, Cut Intan, sedang menempuh pendidikan di kelas III Madrasah Aliyah Negeri Banda Aceh. Putri bungsu dari tiga bersaudara ini, mewarisi bakat seni dari ayahnya IBNOE ARHAS (penyanyi/pencipta lagu Irama Padang Pasir dan Dangdut Aceh era 80-an) dan darah seni ibunya CUT ROSMAWAR (penyanyi dangdut/qasidah Aceh era 80-an). Dan lagu-lagu yang kami hadirkan ini merupakan ciptaan ayahnya sendiri, shang maestro Irama Padang Pasir Aceh IBNOE ARHAS.

01. A1-PANGGILAN TUHAN.MP3
02. A2-SABEE LAM BALA.MP3
03. A3-TEUMANYONG.MP3
04. A4-ANEUK NYANGMALANG.MP3
05. A5-PEUREUNOE BEUT.MP3
06. B1-BULEUN RAMADHAN.MP3
07. B2-UROE RAYA.MP3
08. B3-RUKON KEULIMONG.MP3
09. B4-ANEUK NEULAYAN.MP3
10. B5-RUKON ISLAM.MP3

Ahmad Baqi Rilisan Ulang
Lagu-lagu yang tampilkan kali ini adalah merupakan lagu-lagu hasil ciptaan Ahmad Baqi dan telah direlease ulang oleh anaknya. Memang alat musik yang digunakan sudah lebih modern. Selamat menikmati !
1. Bunda
2. Haryarni
3. Jangan Durhaka
4. Kata Hati
5. Merantau
6. Permohonan
7. Subhanalllah

Qasidah Ida Laila
Ida Laila adalah salah seorang penyanyi dangdut legendaris, namun kali ini kami tampilkan lagu-lagu berisi seruan dakwah yang dibawakannya.

1. Ida Laila_Azan
2. Ida Laila_Bersujudlah
3. Ida Laila_Hari Jum'at
4. Ida Laila_Hidup sesudah Mati
5. Ida Laila_Keagungan Tuhan
6. Ida Laila_Maksiat dan Taqwa
7. Ida Laila_Pengampunan Dosa

Ahmad Baqi Vol 5
Ini beberapa lagu ciptaan Ahmad Baqi yang dilantunkan oleh El Suraya Group dan merupakan album volume 5. Nikmati saja dengan berbagai kekurangan dan kelebihannya.
1. Madah Terakhir
2. Usah di Kenang
3. Pesan dalam Irama
4. Petuah
5. Pinta dan Do'a
6. Selamat Berpisah
7. Selimut Putih


Hj. Nur Asiah Djamil

Kami hadirkan kembali satu kaset lagu-lagu yang dibawakan oleh Dra. Hajjah Nur Asiah Djamil. Kesyahduan lantuanan suaranya membuat kami tergugah meng-upload lagu-lagu ini dan memberikan sharing dowload gratis kepada Anda.

1. Menuntut Ilmu
2. Babussalam
3. Fajar Menyinsing
4. Demi Masa
5. Ash-Shalatu 'alan Nabi
6. Lebah
7. Adikku Sayang
8. Ibda' Binafsik

Titi Said
Titi Said adalah seorang penyanyi legendaris di belantika musik-musik berirama melayu. Mp3 yang kami hadirkan kali ini adalah tembangnya dengan irama qasidah modern.

01. Aini
02. Ayah Ibu
03. Era Reformasi
04. Fitnah
05. Indung-indung
06. Introspeksi
07. Jangan Bersenang-senang
08. Kuasa Allah
09. Mari Oh Mari
10. Muhammad Al Amin
11. P H K
12. Voltase Iman

Asmidar Darwis
Asmidar Darwis adalah salah seorang penyanyi lagu-lagu berirama gambus dan Melayu. Biasanya beliau berduet dengan saudaranya sendiri Zul Darwis. Penyanyi asal Sumatera Barat ini telah mengukir sejarah lagu-lagu Melayu dan Gambus dan merupakan salah seorang yang meniti karier menyanyi dari bawah. Beliau hadir di belantika musik gambus berbarengan dengan menguat Gruop Al-Barkah pimpinan Hj. Nur Asiah Djamil dan El Suraya Group pimpinan Ahmad Baqi.

Kali ini kami hadirkan beberapa tembang Gambus yang dinyanyikan Asmidar Darwis.
1. Do'a dan Air Mata
2. Kasih Bunda
3. Kepiluan
4. Maulid Nabi
5. Nelayan
6. Pemuda
7. Yatim Piatu

Ahmad Baqi Albm Hj Nur Asiah Djamil
Ahmad Baqi adalah salah seorang penciptaan lagu-lagu berirama padang pasir dan umumnya dibawakan oleh El Surayya Grouf dan Al-Barkah Group pimpinan Hj. Nur Asiah Djamil. Berikut ini adalah bebepaa lagu ciptaannya yang dipopulerkan oleh El Suraya dan dirilis ulang oleh anaknya.
1. Jangan Durhaka
2. Merantau
3. Permohonan
4. Subhanallah
5. Haryarni
6. Kata Hati
7. Bunda

Rukiyah Zein ( El Surayyah )
Rukiah Zain adalah seorang bidwanita dalam El Suraya Group Medan. Pengen mendengar kesyahduan suaranya dalam mendendangkan lagu-lagu Irama Padang Pasir, silahkan
D O W N L O A D di Blog ini !

01. Madah Terakhir
02. Akhir Hidup
03. Beduk dan Azan
04. Di Suatu Masa
05. Fatwa Orang Tua

Nasida Ria
Nasida Ria adalah sebuah Group Musik Qasidah yang telah mengukir sejarah gemilang dalam menghibur para pencinta lagu-lagu berirama padang pasir. Kepingin mendengar kedahsyatan musiknya, silahkan download sendiri.

01. Ma'afkan Anakku
02. Perdamaian
03. Tahun 2000
04. Mataharinya Dunia
05. Habibi
06. P H K
07. Jangan Bercermin di Air Keruh
08. Dalam Pandangan Manusia
09. Di mana-mana Dosa
10. Usaha dan Do’a
11. Manusia Seutuhnya
12. Ada Api Ada Asap
13. Kota Santri
14. Di Padang Arafah
15. Pedagang Kaki Lima
16. Ucapan Hikmah
17. Cahaya
18. Terangilah Jalan Hidupku
19. Gebyar Jilbabmu
20. Wartawan Ratu Dunia

Kepuasan Anda suatu kebanggaan bagi kami, dan membuktikan kita mempunyai hobby yang sama. Semoga Musik Qasidah masih mempunyai penggemar yang banyak.


Edited From
http://mp3-qasidah.blogspot.com


Link ke posting ini



RIZCA MUSIC Orkes Melayu Rock dangdut ini berasal dari kota banyuwangi dengan memperkenalkan Duo Naga vocalis kenmaan kota banyuwangi dan juga memperkenalkan Reni Farida salah satu ikon rock dangdut Banyuwagi itu di karenakan vocalnya yang sangat ngerock.
Di Album ini Rizca Music menggandeng CV Sandi Record (SRD Record)
dengan Pimpronya Bpk. Miswan.Hampir di pastikan lagu lagu yang di bawakan oleh Rizca Music ini berirama Rock Dangdut Etnic karena lagu lagu dalam Album ini banyak mengambil lagu unsur kendang kempul Banyuwangi semacam Lagu Majaledum yang di ambil dari lagu India DHOM, tapi mereka mengemasnya dengan gaya Banyuwangi abis, lagu Mabuk Lagi yang juga sangat keras menjadikan lagu ini cocok bgt dengan karakter Reni Farida.

Berikut di bawah ini lagu lagunya yang bisa di Download:




  • Ini Rindu - Ana Loryzta - Rizca Music
  • Majaledum - Dian Ratih - Rizca Music
  • Hitam Manggis - Duo Naga - Rizca Music
  • Ketemon - Duo Naga - Rizca Music
  • Dokter Cinta - Dwi Erica - Rizca Music
  • Khusus Malam Ini - Dwi Erica - Rizca Music
  • Langit Lapis Pitu - Nita Andita - Rizca Music
  • Tak Bosan - Nita Andita - Rizca Music
  • Mabuk Lagi - Reni Farida - Rizca Music
  • Semende Dadane - Reni Farida - Rizca Music
  • Link ke posting ini

    OM SINAR KEMALA
    OM SINAR KEMALA
    A.KADIR
    A.Kadir OM SINAR KEMALA




    "Dangdut Is The Music Of My Country" senandung Project Pop,diiringi hembusan seruling bambu dan tabuhan gendang.Betulkah ?

    Mari kita telisik dan telusuri lika-liku perjalanan musik dangdut yang mualanya tertatih-tatih.Acapkali dihina dan tak dianggap.Mungkin nkarena dangdut lebih dekat dengan kaum marginal,pinggiran dan ndeso serta hal-hal disharmonis lainnya.Musik dangdut kampungan.Bahkan disebut setara dengan maaf ....tahi anjing,seperti polemik seru yang terjadi antara Benny Soebardja dari grup rock Giant Step Bandung dan Oma Irama,panglima Soneta Group.

    Tak terbantahkan jika kita menelisk silsilah dangdut maka kita akan sampai pada sebuah kuala bernama iraman melayu.Mungkin masih ingat kedigjayaan irama Melayu bisa ditoreh dari penyanyi S Effendi yang pada dasawarsa 1960-an berhasil mengembalikan supremasi irama melayu dari Malaysia ke Indonesia.

    Melalui dendangnya pada lagu Bahtera Laju Said Effendi berhasil menempatkan dirinya sebagai pelantun irama melayu nomor wahid negeri ini. Tak hanya meminggirkan ketenaran P Ramlee, penyanyi irama melayu dan bintang film dari negeri jiran tersebut, tapi yang lebih ekstrem justeru merebut selaksa para penggemarnya. Puteh Ramlee yang mengaku keturunan Aceh itu beberapa tahun sebelumnya pernah berjaya antara lain lewat lagu Engkau Laksana Bulan dan Azizah. Selama beberapa tahun irama melayu berkiblat ke Malaysia. Bahkan hebatnya P Ramlee pun membintangi beberapa film layar lebar bersama pasangannya Kashma Boothi. Kesohoran P.Ramlee kian berkibar saja disini. Pendek kata,Ramlee menjadi sebuah prayojana penting yang tak terbantahkan sama sekali (saat itu).

    Adaa pun Said Effendi yang disangka adalah penyanyi dari negeri jiran karena cengkok melayunya yang super medok,awalnya merintis karir sebagai penyanyi lagu-lagu gambus bersama iringan orkes gambus Al Wardah.Tak heran memang,Effendi sebetulnya merupakan ketuirunan Arab dari Bondowoso, Jawa Timur. Alunan suaranya yang merdu lalu kerapkali terdengar melalui gelombang RRI Jakarta. Dengan iringan orkes studio Jakarta yang dikomandani almarhum pimpinan Sjaiful Bahri nama Said Effendi membumbung tinggi melalui sdederet lagu yang diguratnya semisal: Bahtera Laju, Timang-timang, dan Fatwa Pujangga. Terlebih lagi saat Effendi pun menyenandungkan lagu bertajuk Semalam di Malaya (karya Syaiful Bahri) dan Diambang Sore (karya Ismail Marzuki).

    Said Effendi bahkan mulai membentuk orkes melayu Irama Agung, dikuti sukses Effendi menyanyikan lagu karya Husein Bawafie Seroja . Keberhasilan seorang said Effendi sebenarnya merupakan titik kulminasi dari perjuangan para penyanyi lagu melayu di Indonesia.Hal ini pun diakui oleh Zakaria , pimpinan orkes melayu Pancaran Muda yang menaruh perhatian besar terhadap perjalanan irama melayu. Menurut Zakaria , penyanyi A Harris sebelumnya telah memecahkan masa stagnasi melalui lagu bertajuk Kudaku Lari, Doa Ibu, Lamunanku, Alam Nirmala, dan Jaya Bahagia .Lagu lagu itu ditulis sekaligus disenandungkannyabersama iringan orkes melayu Bukit Siguntang yang juga dibentuk dan dipimpinnya.

    Sukses lagu Seroja yang menggumpal ternyat justeru menarik minat sutradara Nawi Ismail untuk menarik Said Effendi bermain ke layar sinema berdasarkan judul lagunya ". : Seroja.

    Selain Nawi Ismail,lalu muncul sutradara alamarhum Asrul Sani yang juga mennawari Said Effendi membuat film Titian Serambut Dibelah Tujuh. Langkah langkah semacm ini jelas makin memperkokoh popularits Said Effendi di Indonesia dan Malaysia.



    Bahkan terjadi pula lomba "mirip bintang" yang digelar di sini dan akhirnya sukses memilih Ridwan Amin sebagai vokalis yang suaranya mirip Said Effendi. Begitupula yang terjadi di negeri jiran,telah terpilih pula Achmad Zais,sosok yang memiliki suara bak pinang dibelah dua dengan Said Effendi. Walaupun, Achmad Zais lebih beruntung karena sempat bernyanyi secara duet dengan Said Effendi tatkala Effendi bermuhibah ke Malaysia ,lewat lagu Jumpa Mesra. Penampilan terakhir Effendi di layar perak adalah lewat film Pesta Musik Lobana karya Misbah Yusa Biran. Di sini ditampilkan beberapa band remaja top masa itu karena eranya telah bergeser dari irama melayu ke musik hiburan,istilah yang digunakan saat itu untuk genre musik pop. Akhirnya sosok Said Effendi juga mulai terlupakan khalayak. Zaman berganti,dan tren pun berubah.



    Jika kita mundur ke belakang, sejak dasawarsa 1950-an, Indonesia mempunai sosok-sosok yang cukup sohorl sebagai penyanyi melayu. Misalnya Emma sangga, Hasnah Thahar, Juhana Satar, Suhaemi, A Chalik, M Syaugi, dan A Harris. Yang disebut terakhir ini pernah mencuri perhatian publik irama melayu lewat lagu India, Awarahum, dan Munif Bahasuan menyanyikan lagu O Petaji. Kedua lagu itu sampai kemari lewat film yang dibintangi aktor Huindustani yang berparas tampan Raj Kapoor .

    Dan inilah para penghibur yang menuai popularits pada dasawar

    sa 1960-an yaitu Ellya Agus (kelak berubah menjadi Ellya Khadam), Ida Laila, A Rafiq, M ashabi, Munif Bahasuan, Elvie Sukaesih, Ahmad Basahil, Muchsin Alatas, Oma Irama, dan Mansyur S.Di paruh dasawarsa 1970-an mulailah muncul para penguasa zona dangdut seperti Oma Irama, Elvie Sukaesih, dan Mansyur S Uniknya Oma Irama yang kemudian mengganti nama menjadi Rhoma Irama disebut Raja Dangdut dan Elvie Sukasesih sebagai Ratu Dangdut.Kedua sosok "berkuasa" tanpa kerajaan ini mulai menyihir khalayak dengan sederet lagu-lagu dangdutnya.

    Lalu inilah sederet orkes melayu dan pimpinannya yang kondang pada kurun waktu 1950-1960 yaitu OM Sinar Medan pimpinan Umar Fauzi Aseran (yang merupakan leburan orkes gambus Al Wardah), OM Kenangan pimpinan Husein Aidid (leburan orkes gambus Al Waton), OM Bukit Siguntang pimpinan A Chalik, dan OM Irama Agung pimpinan S Effendi (1950-1960), pada periode ini di jalur musik hiburan muncul grup band Dolok Martimbang, Riana, Teruna Ria, Eka Jaya Combo, Koes Bersaudara, dan Los Suita Rama.

    Selanjutnya pada dasawarsa 1960-an hingga awal 70-an mencuat adalah OM Sinar Kemala pimpinan A Kadir, OM Kelana Ria pimpinan Adi Munif, OM Chandralela pimpinan Husein Bawafie, OM Pancaran Muda pimpinan Zakaria, dan OM Ria Bluntas pimpinan Ahmad Basahil. Sampai pertengahan dekade 1970-an tercatat OM Purnama pimpinan Awab Abdullah, dan OM Soneta pimpinan Oma Irama asal Tasikmalaya.







    Orkes Melayu Bukit Siguntang banyak melahirkan lagu-lagu hit seperti Burung Nuri (A Chalik) dan Dunia (Suhaemi). Juga yang tak boleh dilupakan adalah ketenaran sosok Munif Bahasuan juga pernah melejit melalui lewat lagu karyanya bertajuk Bunga Nirwana.Di tengah dasawaras 70-an lagu ini dipopulerkan kembali oleh Sam bersama kelompok D'Lloyd pimpinan Bartje Van Houten.

    Namun badai musik pop pun datang meneerpa keberadaa orkes melayu.Orkes Melayu tersudut dengan menggelegaknya musik rock'nroll pada dasawarsa 1960-an.Demikian pula musik pop riuh rendah oleh band band anak-anak muda yang dilengkapi dengan peralatan musik mutakhir , seperti Teruna Ria (pimpinan Zaenal Arifin), Eka Jaya Combo (Rudy Rusadi), Eka Sapta (Bing Slamet), dan Koes Bersaudara (Tony Koeswoyo).

    Barometer kesuksesan mereka ini adalahketika tampil dalam sebuah perhelatan musik akbar yang beerlangsung di Istora Senayan, dan trenyuhynya musik melayu masih tetap setia di pinggiran. Para penyanyi pop papan menuai keberhasilan tiada tara , sebut saja misalnya Ida Royani (Sado Angkasa karya Aman Doris dan Jangan Duduk di Depan Pintu-karya Zakaria). Sukses kemudian diraih Ida Royani karena setelah menyanyikan lagu Jangan Duduk di Depan Pintu ia berduet dengan Benyamin dalam lagu-lagu bertema gambang modern yang menjadikannya terkenal.

    Ada juga penyanyi Mus Mulyadi membawakan lagu Hitam Manis-karya R Asmi dan Seminggu di Malaysia-karya Zakaria. Hampir semua band yang dikenal sebagai pembawa jenis sebagai pembawa jenis musik pop terjun kedalamnya.Ini terjadi secara massal pada tahun 1974,atas gagasan Eugene Timothy pemilik label raksasa saat itu Remaca Ada Koes Plus, Bimbo, D'lloyd merekam lagu-lagu pop melayu termasuk grup rock asal Surabya AKA Group yang dipimpin Ucok Harahap . Sejak itu Remaco mengharuskan semua grup musik yang rekaman di sana untuk memasukkan satu lagu pop melayu dalam albumnya. Tugas ini dipercayakan kepada Zakaria. Pada masa inilah muncul nama-nama beken seperti Tetty Kadi (Kasih Diambil Orang) Rhoma Irama (Anaknya Lima berduet dengan Inneke Kusumawati), dan Titiek Sandhora (Boleh-boleh Jangan dan Pura-pura Benci). Lagu-lagu tersebut merupakan hasil karya karya Zakaria.

    Hingga akhirnya sukses besar yang berhasil diraih penyanyi Ellya Agus menyanyikan lagu karangannya sendiri Kau Pergi Tanpa Pesan dan Munif Bahasuan menyanyikan lagunya sendiri Bunga Nirwana di Istora Senayan dengan iringan band paling top masa itu Eka Sapta yang didukung Bing Slamet,Idris sardi,Ireng maulana,Darmono,Itje Kaumonang dan Benny Mustafa van Diest. Pertnjukan musik terbesar itu ternyata diluar dugaan memperoleh perhatian besar masyarakat Jakarta dan sekitarnya.Mungkin karena menampilkan penyanyi yang gtengah naik daun seperti Tetty Kadi, Ernie Johan, Lilis Suryani, Pattie Bersaudara, Tom & Dick

    Peristiwa itu menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya sebuah band mengiringi penyanyi melayu sehingga dianggap sebagai come back-nya irama melayu dalam blantika musik Indonesia dan untuk pertama kalinya pula sistem playback diperkenalkan kepada masyarakat. Lagu Kau Pergi Tanpa Pesan kemudian direkam Remaco dengan iringan orkes melayu Chandralela pimpinan Husein Bawafie dan terkenal luas karena menjadi makanan empuk radio-radio non RRI yang jumlahnyaq bak jamur di musik hujan.

    Pada 1968 Orkes Melayu Pancaran Muda pimpinan Zakaria menggelar opertunjukan di Istora Senayan bersama Zaenal Combo pimpinan Zaenal Arifin dalam rangka ulang tahun RRI. Lilies Suryani saat itu sedang beken dengan lagu Bulan Purnama menjadi jagoan OM Pancaran Muda di samping nama -nama lainnya seperti Juhana Satar, R Sunarsih, Elvie Sukaesih, dan Zakaria sendiri. Zaenal Combo yang didukung Enteng Tanamal dan Fuad Hasan justeru mengiringi Tetty Kadi, Alfian, Ernie Johan, dan Pattie Bersaudara.

    Oma yang pernah menjadi penyanyi pop dan rock mulai menerjuni dangdut secara genial.Oma memanfaatkan elektrifikasi pada perangkat band dalam ramuan orkes melayunya.OmIa melakukan perombakan besar-besaran dalam hal instrumentasi, syair, bahkan kostum pemusiknya.Kelak Oma mulai menyusupkan ruh musik rock dalam tatanan musik dangdutnya itu.

    Akibat yang nyata, irama melayu memperoleh predikat yang tepat yaitu dangdut.Sebuah istilah yang dirujuk dari efek suara gendang yang menjadikan irama ini memiliki ciri khas karena mengundang orang untuk bergoyang. Untuk bisa berbuat seperti itu, tentu bukan pekerjaan orang baru. Irama telah menekuni irama melayu dan hiburan sekitar lima tahun. Sejak tahun 1960 ia sudah menyanyi dengan berbagai grup musik melayu. Kesempatan pertama merekam suaranya baru diperoleh pada tahun 1960 bersama orkes melayu Chandraleka pimpinan Umar Alatas. Namun karena rekaman ini tidak berhasil mencuatkan namanya, ia pun pindah ke orkes melayu Purnama pimpinan Awab Abdullah. Belum puas, ia pun pindah ke orkes melayu Pancaran Muda pimpinan Zakaria yang merekam suaranya lewat lagu Di Dalam Bemo karya Zakaria berduet dengan Titing Yani. Dan sampai awal dekade 1970-an namanya masih tetap belum dikenal masyarakat. Masuknya Oma Irama pada zona musik pop bermula ketika menyanyikan lagu Anaknya Lima karya Zakaria bersama band Zaenal Combo pimpinan Zaenal Arifin. Di sini Oma yang banyak terpengaruh Paul Anka berduet dengan Inneke Kusumawati. Selanjutnya Oma Irama berkolaborasi dengan band Galaxi pimpinan Jopie Reinhard Item yang beraliran rock.Jopie pernah ikut mendukung Empat Nada hingga Eka Sapta.

    Dengan amunisi yang cukup pada akhirnya Oma Irama mulai membentuk orkes melayu Soneta pada awal tahun 1973. Dari sinilah terobodan terobiosan yang jadi bagian dari eksperimentai musiknya melesat cepat bak anak panah.."Begadang","Penasaran","Darah Muda" dan banyak lagi lainnya mulai mengepung kuping khalayak negeri ini.

    Secara perlahan tapi pasti,dangdut mulai menerobos ke atas tak hanya untuk golongan menengah kebawah belaka.Dangdut bahkan bisa pukla mencapai undakan sebagai jatidiri bangsa..Dangdut mulai ada dimana-mana.Termasuk di layar kaca TV,media elektronik yang pernah alergi terhadap virus dangdut.

    Maka berdendanglah Project Pop : "Dangdut Is The Music Of My Country.My Country.......".Jelas tak terbantahkan.(Denny Sakrie)

    Link ke posting ini





    sayang sekali filenya banyak yang rusak cuman ada 1 lagu

    TIADA TJERITA GEMBIRA

    Klik Disini






    ►e-ti/rpr
    Nama:
    Elvy Sukaesih
    Lahir:
    Jakarta, 25 Juni 1951
    Suami:
    Zaidun Zeth
    Anak:
    6 orang (Haedar, Fitri, Ali Zaenal Abidin, Syechans, Wirdha Sylvina dan Dhawiya)
    Ayah:
    Mohammad Ali
    Ibu:
    Rohayah Asiah
    Pendidikan:
    - SD
    - SMP Srikandi, Jakarta (1964)
    Pekerjaan:
    - Penyanyi dangdut
    - Pemain film
    Organisasi:
    Ketua Ikatan Artis Dangdut Indonesia (IKARDI)
    Film:
    - Karena Penasaran
    - Tuyul
    - Irama Cinta
    - Senggol-Senggolan
    - Cubit-Cubitan
    - Mana Tahan

    Bagi pencinta musik dangdut, Elvy Sukaesih adalah ratu. Mahkota "keratuan" Elvy tak ada yang meragukan, setidaknya menurut penggemarnya. Dengarlah, suara dengan "cengkok" yang khas dan aksi pentasnya yang menyihir banyak penonton. Elvy yang sudah manggung semenjak kelas 3 SD ini memiliki syarat sebagai "entertainer."


    Penyanyi kelahiran Betawi ini, sebenarnya keturunan Sunda. Mohammad Ali, ayahnya, asli Sumedang begitu pula Rohayah Asiah, ibunya. Pasangan Sumedang ini, pada 25 Juni 1951 begitu bahagia. Pasalnya mereka dikaruniai bayi mungil. Bayi perempuan itu kemudian diberi nama, Elvy Sukaesih.


    Entah kenapa dikemudian hari nama Elvy berganti menjadi Else. Menurut pengakuan Elvy, "Itu pengaruh Belanda." Maka Elvy kecil adalah Else. Else yang memaksa ayahnya, pemain orkes gambus ikut kondangan.


    Elvy mengaku tak pernah belajar musik secara khusus. Di sore hari, bila ayahnya sedang bermain gitar ia ikut menyanyi di teras rumah. Lagu yang didendangkan macam-macam. Trend rekaman waktu itu irama Melayu. Misalnya tembang roman Bunga yang dialunkan Else itu, biasa didendangkan Orkes Melayu Bukit Siguntang.

    Selain menyanyi, sejak kecil Elvy sudah suka menari. Di dekat rumahnya ada gedung Bioskop Gembira yang memutar film India. Karena pengaruh film India, Elvy menjadi suka mendendangkan lagu India. Menurutnya musiknya enak dan energik. Suatu kali ibunya pernah bercerita padanya, “Waktu kamu kecil sering pakai handuk diplintir di kepala, seolah jadi rambut panjang, atau pakai kain menari seperti di film-film India. Kainnya dianggap sebagai sari India."

    Suatu kali ayahnya harus pentas bersama kelompoknya. Malam minggu itu, sang ayah mengajak Elvy untuk ikut tetapi dengan syarat harus menyanyi. Pada awalnya Elvy menolak karena malu. Namun karena Elvy ingin ikut, akhirnya ia mengiyakan permintaan ayahnya. Saat itu Elvy masih kelas 3 SD.

    Setelah beberapa penyanyi, sang ayah mulai memberi kode padanya untuk gantian menyanyi. Saat itu Elvy merasa takut pada ayahnya. Ayahnya memang tak pernah memukulnya, namun hanya menyentil telinganya. Namun sentilan itu baginya sudah cukup menyakitkan.

    Akhirnya Elvy menyanyi. Waktu itu ia menyanyikan tembang Melayu "Taman Bunga". Lagu tersebut salah satu sound track film Sedetik Lagi yang dibintangi Eliya Rosa. Sebelum menyanyi, ia meminta kepada pemain biola agar memberitahunya kapan masuk dan kapan berhentinya dengan cara disenggol.

    Tetapi ternyata ketika mulai menyanyi, Elvy sudah langsung tahu kapan masuknya, tanpa disenggol. Jadi tidak ada kesulitan sama sekali waktu ia menyanyi pertama kali di depan umum. Saat itu, orang-orang sampai naik-naik ke bangku, meneriaki Elvy "Eh anak kecil" atau "penyanyi cilik". Waktu itu sekitar tahun 1959-1960-an. Setelah lagu itu selesai, ternyata orang-orang memintanya untuk menyanyi lagi hingga tiga lagu.


    Yang tadinya iseng, akhirnya jadi sungguhan. Elvy memilih dunia tarik suara jadi ladangnya. "Prinsipnya, saya menyanyi hanya untuk membantu orang tua-Iah. Nggak ada angan-angan mau jadi orang top," jelas Elvy datar. Maka, jadilah Elvy penyanyi cilik yang cukup kondang. la laris dalam acara perkawinan ataupun pertunjukan khusus. Kendati kondisi penyanyi masih dicap tabu, sering diolok-olok, Elvy tak menggubrisnya. "Saya cuek aja," tangkisnya.


    Olok-olok ini juga dijumpai di sekolah. Apalagi kalau malamnya Elvy habis manggung. "Begitu malamnya habis main, besoknya di sekolah - teman-teman bisik bisik...itu biduan tuh, semalam habis main di kampung saya," cerita Elvy.


    Selama menjadi penyanyi cilik, dalam hal sekolah Elvy tak pernah bolos. Meski pulang pukul 6 pagi sehabis pentas, Elvy tetap siap dengan seragamnya berangkat ke sekolah. Jika pentas di luar kota, Elvy berangkat belakangan bersama petugas khusus yang menjemputnya sepulang sekolah.
    Resikonya, jam istirahat ia gunakan untuk tidur di kelas, sementara teman-teman lainnya bermain. "Kalau sudah ngantuk, saya taruh kepala saya di atas meja, lalu tiduran di kelas," kenang Elvy.


    Elvy makin sering muncul bersamaan tawaran pentas yang terus mengalir. la tampil di sejumlah rombongan orkes Melayu. "Saya tampil sesuai dengan grup yang booking, ya...jadi rebutan. Malam Minggu tampil dengan grup ini, besok tampil dengan grup lain," jelas Elvy. Bapak-ibunya bergantian mengawal Elvy, kemana saja Elvy manggung.

    Singkat cerita, sang ayah yang memperkenalkan Elvy pada dunia nyanyi meninggal karena penyakit yang dideritanya saat Elvy masih kelas lima SD. Peranan sang ayah kemudian digantikan oleh ibunya. Sepeninggal sang ayah, Elvy menyanyi untuk membantu keluarga. Begitu ia mendapat uang dari menyanyi, uang tersebut diberikan kepada ibunya. Ia tidak pernah memegang seperak pun.

    Meski belum masuk dapur rekaman, ia terus menyanyi hingga terkenal termasuk ikut tur bersama Said Kelana. Ia mulai menyanyi di atas panggung, gedung kesenian, dan sebagainya saat berumur kurang lebih sebelas tahun.

    Saat itu sedang ngetop lagu Ratapan Anak Tiri dan Boneka dari India. Saat Elvy membawakan lagu Ratapan Anak Tiri, banyak penonton yang menangis. Saat itulah Elvy untuk pertama kalinya diwawancarai oleh wartawan. Sejak itu, ia dikenal sebagai penyanyi cilik dan mulai keliling bersama beberapa grup musik.

    Pada tahun 1964 di usianya yang ke-13, Elvy diajak Zakaria, pemimpin OM Pancaran Muda untuk rekaman. Elvy membawakan lagu Curahanku karya Murat Haris, serta karya lin Sumantri dengan tembang Rahasia Sukma. Sebelumnya, Elvy Sukaesih ikut juga dalam grup OM Sinar Medan. Elvy yang mengidolai Pangeran Diponegoro dan Soekarno ini bergabung dengan grup tersebut karena diajak oleh seorang pemuda yang senantiasa hadir setiap ia pentas.


    Pemuda itu bernama Zeth Zaidun, yang kemudian banyak berperan membimbing Elvy meniti sukses. Zaidun waktu itu melihat Elvy memiliki bakat besar untuk menyanyi. Setelah Ellya Khadam, hanya Elvy yang memiliki suara khas," komentar Zaidun. Zaidun sendiri seorang penyanyi dan pemusik. Zeth Zaidun juga banyak membimbing beberapa orkes Melayu serta penyanyi. Antara lain, Mukhsin Alatas dan si "Raja Dangdut" Rhoma Irama. Setelah masa perkenalan selama setahun, Elvy menikah dengan Zeth Zaidun pada tahun 1965 di Jakarta. Ketika itu Elvy berusia 14 tahun sedang Zaidun 23 tahun. Setelah menikah, Elvy tidak diperkenankan menyanyi. "Lama-Iama karena saya suka murung Bang Zaidun mengizinkan lagi,” cerita Elvy.


    Babak perjalanan Elvy selanjutnya, bergabung dalam grup OM Candraleka yang juga di dalamnya ada Zeth Zaidun. Di situ, Elvy diberi kebebasan untuk bernyanyi dengan grup apa saja, asal tidak mengganggu pentas OM Candraleka. "Pokoknya pasaran kita rame waktu itu,"seloroh Elvy. Ketika itu nama Elvy termasuk dalam daftar penyanyi Melayu yang top, bersama Zeth Zaidun dan Awab. Juga Alah Mukhis, dan Alah Muhamad Rafiq.

    Karir Elvy di blantika dangdut pun kian bernas. Berbagai grup Orkes Melayu pernah mendukung penampilannya. Antara lain: OM Pancaran Muda, OM Sahara, OM Omega, OM El Sitara, OM Purnama, dan OM Soneta (milik Rhoma Irama). ''Tanpa mereka, entah jadi apa saya sekarang,'' ujarnya. Sebenarnya, Elvy bisa nyanyi pop, gambus, rock, atau lainnya. ''Tetapi saya merasa sudah mendapat kepercayaan masyarakat untuk menyanyi dangdut. Dan saya tidak mau serakah. Rezeki saya memang di sini,'' katanya. Sepanjang tahun 70-an dan 80-an Elvy sah mendapat julukan ratu dangdut.


    Gebyar Elvy yang paling yahud, tatkala berduet dengan Rhoma Irama. Beberapa album mereka hasilkan yang semuanya hits. Sebelum dengan Rhoma, sebenarnya Elvy sudah berjaya dengan Mansyur S. Ketika itu Rhoma belum terkenal. Ini kelebihan Elvy, berduet dengan siapapun pas. Tapi sayang, duet legendaris ini harus berpisah sekitar tahun 1975.

    Rhoma-Elvy terakhir berpasangan ketika mereka sedang getol-getolnya berduet mendendangkan Lagu Cinta. Baru pada akhir tahun 2001 kerinduan penggemar agar mereka kembali berduet terjawab. Mereka tampil duet dalam acara pergelaran akhir tahun yang diselenggarakan oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan SCTV. Bagi penggemarnya, pasangan raja dan ratu dangdut itu tak dapat dikalahkan penyanyi dangdut mana pun saat beraksi di atas panggung. Sembilan lagu populer mereka sekitar 1970-an mereka dendangkan bersama dalam acara tersebut.


    Kegigihan Elvy meniti sukses adalah berkat dorongan Zeth Zaidun, pemuda yang akhirnya menjadi ayah keenam anaknya. Zaidun, begitu sabar merangkai sukses serta kasih sayang buat Elvy. Bagi Elvy, Zeth Zaidun tak sekadar suami. Dia adalah ayah yang membimbing kehidupan. Guru yang mengajari penuh kasih sayang, terhadap Haedar, Fitri, Ali Zaenal Abidin, Syechans, Wirdha Sylvina dan si bungsu Dhawiya anak-anaknya.


    Selain mengais rejeki dari menyanyi, Elvy juga memperoleh rejeki dari bermain dalam film-film yang tidak lepas dari perdangdutan. Karena Penasaran, Tuyul, Irama Cinta, Senggol-Senggolan, Cubit-Cubitan, Mana Tahan adalah sebagian di antaranya. "Saya selalu bersyukur, sebab janji Tuhan mengatakan kalau engkau berkorban untuk-KU akan aku balas lebih dari apa yang kau berikan,” kata Elvy mengutip salah satu ayat dalam AI'Quran.

    Sebagian rezekinya dimanfaatkan untuk mendirikan PT Mahkota Jaya Utama, yang dikelola suaminya. Usaha ini bergerak dalam bidang pemanduan bakat dan mempromosikan penyanyi-penyanyi baru. Elvy yang gemar makan ikan asin, lalapan, dan petai bakar, serta mahir memasak bihun goreng ini masih bisa kita jumpai bergoyang dangdut sambil mengerlingkan mata di layar televisi. ► mlp

    *** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)


    Link ke posting ini





    OM Chandraleka adalah salah satu orkes melayu klasik dangdut yang di pimpin Umar Alatas Elvy Sukaesih juga pernah bergabung sebagai Vokalis dang Raja Dangdut Rhoma Irama. Dalam Album ini Elvi yang akan terdengar suaranya dan di bawah ini beberapa lagunya:

    • 01 CERITA LAMA
    • 02 AKIBAT NARKOTIK
    • 03 KARENA ASMARA
    • 04 KAU PINTA KEMBALI
    • 05 HIANAT CINTA
    • 06 TINGGALKANLAH AKU
    • 07 FARIDA
    • 08 SUNGGUH JELITA
    • 09 RAYUAN PALSU
    Download Filenya Full Rar Klik Disini
    Link ke posting ini



    Tulisan ini di buat gara - gara teringat ama salah satu Orkes Top Jawa timur yang berasal dari kampung tetangga penulis, pada sekitar tahun 2002 pas bulan puasa lagi jalan jalan sore di taman kopmplek perumahan Delta Sari Baru Waru sidoarjo. Ada syuting video klip ndangdut, penyanyi lokal kayaknya. Atributnya mungkin sudah bisa sampeyan bayangkan, make up tebal, baju agak terbuka dan goyangan semi erotis. Karena syuting di tempat umum tanpa penjagaan padahal bulan puasa, dan juga di sela sela jeda syuting mereka para penyanyi seenaknya makan minum dan ngerokok pula berguman dalam hati "kok gak isin yo?", maka beberapa anak kecil nongkrong di situ tanpa berkedip, sementara yang dewasa termasuk saya melirik malu-malu dari kejauhan.

    Fenomena semacam ini laksana gunung es yang semakin lama lama semakin mencair, liat saja kalo ada pertunjukan dangdut yang kalo ada saweraanya,apalagi di daerah pesisir semacam tangerang,pati,rembang.......hampir di pastikan bakal ramai di karenakan aksi aksi para vokalis yang mengundang birahi, tak ayal adu jotos tawuran kerap terjadi.

    Rasa-rasanya dangdut yang sekarang nyaris tenggelam. Tanpa melupakan rasa hormat pada beberapa musisi dangdut (baik level kampung maupun level nasional) yang memang punya musikalitas tinggi, makin susah membedakan apakah ini pertunjukan musik dangdut atau live show sexy dancer.

    Coba sampeyan cari-cari di youtube dengan keyword dangdut koplo atau dangdut sexy, akan sampeyan temukan banyak video-video yang membuat betah berlama-lama di depan komputer. juga pernah saya posting tengtang kumpulan penyanyi Hot di blog ini Bisa di lihat di 7 penyanyi paling hot. Nama-nama penyanyinya pun agak memprovokasi, macem Mela Barbie, Hesty Bohay, Mery Geboy, dan semacamnya. Komputer sampeyan ndak ada speakernya? Ndak masalah, wong kalo dikencengin suaranya malah sampeyan nanti malu sendiri, lebih banyak desahan daripada liriknya

    Ndak penting lagi segala macem teori yang diajarkan sama Bertha di acara KDI-nya TPI. Koreografi pun ndak perlu bagus-bagus, buktinya dengan modal suara pas-pasan, ditambah headbanging ala Jason Newsted ex Metallica plus nunduk-nunduk jualan belahan dada sudah bisa membuat Trio Macan populer

    Sebenarnya saya lihat musik dangdut masih mengalami perkembangan. Kalo dulu Roma Irama mengadopsi musik rock klasik yang membuat kita sering bertanya-tanya saat alunan gitar mengalun, “ini yang main gitar Bang Haji atau Ritchie Blackmore?”

    Sekarang ada Rudysta yang sukses mengawinkan musik dangdut (sudah saya posting kemaren lagunya klik disini) dengan heavy metal, yang pengen liat bagaimana dahsyatnya band ini sampeyan bisa liat video klip Heboh-nya Nita Talia di youtube. Malah kalo sampeyan dengarkan interlude lagu Nita Talia yang judulnya Lepas Kontrol ndak beda jauh rasanya dengan menyimak Rising Force-nya Yngwie Malmsteen. Saya ndak bilang Nita Talia musikalitasnya tinggi lho ya, saya lagi mbahas Rudysta.

    Mungkin balik lagi ke masalah dasar bagi manusia, urusan perut. Membuat musik bagus pun percuma kalo ndak laku dijual. Apa artinya idealisme saat perut kelaparan?

    NB:Images di atas hanya sekedar ilustrasi tanpa bermaksud apa apa dan gambar di ambil dari:
    http://www.sickplaylist.com/videos/dangdut
    Link ke posting ini




    Salah satu orkes dari pulau garam Sampang Madura yang di pimpin oleh Bpk H.Moch Syarifuddin yang membawakan lagu lagu dangdut koplo madura Album yang di produksi oleh FIA REcord Jember. Album ini di percayakan kepada ALWI HASAN salah satu pencipta lagu senior
    dalam Album ini OM KHARISMA dengan format Video klip dan semua lagu berbahasa madura
    di bawah ini lagu - lagunya yang bisa di download:

    Eddy S Feat Yessy Kurnia OM Kharisma - Samper Leres
    Eddy S Feat Yessy Kurnia OM Kharisma - Tabah (Bede Siang Bede Malem)
    Ira Faramesti OM Kharisma - Nestana
    Ira Faramesti OM Kharisma - Raope Telor
    Jatim Feat Ira Faramesti OM Kharisma - Abine Duwe'
    Jatim Feat Ira Faramesti OM Kharisma - Melo Randana
    Thalib Feat Ira Faramesti OM Kharisma - Pada Agaja'
    Thalib OM Kharisma - Para' Gila'a
    Thalib OM Kharisma - Sake' Dada
    Yessy Kurnia Feat jatim OmM Kharisma - Kopi Susu (Carpak
    Link ke posting ini



    Rudysta Band

    Minat, bakat dan kecintaannya di bidang seni terutama seni music sudah tampak pada kelompok band ini . Dengan usaha dan kerja keras disertai kesabaran dan kegigihannya, Rudysta Band yang tidak lepas dari kekompakannya telah berhasil menunjukkan kecintaannya terhadap apa yang selalu menjadi bagian hidupnya, dan sekarang kita bisa melihat, merasakan dan menikmatinya melalui lagu – lagu yang diiringinya yang dilanjutkan dalam album “MISTERI KEHIDUPAN” dan “ MALING”. Apa yang bisa kita nikmati sekarang tentu tidak lepas dari peran orang – orang yang senantiasa dicintai dan mencintai disekililingnya. Mereka adalah orang – orang yang sangat mempengaruhi perkembangan Rudysta Band dalam ekspresi berseni musik dan pribadi masing – masing. Mereka menjadi motivator dan inspirator bagi Rudysta Band, mereka akan menjelma dan selalu menjadi bagian dalam setiap karya yang dibawakan Rudysta Band. Adapun kelebihan dari Rudysta Band dalam show panggung mereka mampu membawakan lagu – lagu Dangdut, Pop dan Rock dapat membuat suasana meriah, atraktif dengan penonton dan sangat inisiatif dalam penguasaan panggung. Untuk pengisian acara show panggung, on air ataupun off air sangat mengena pada iringan dan aksi Rudysta Band. Kami merasa terhormat mendapat kepercayaan untuk mengantar kecintaan Rudysta Band dalam dunia seni music melalui berbagai acara disetiap kesempatan. Dengan penuh kecintaan, kami persembahkan RUDYSTA BAND.

    B I O D A T A

    Nama Group Band : RUDYSTA

    Berdiri : Juni 2000

    Personil :

    Heidy- Gitar Melody 1

    Ocay – Gitar Melody 2

    Oky – Keyboard 1

    Budy – Keyboard 2

    Ade – Bass

    Barkah – Drum

    Kuswanto – Suling

    Kumis – Gendang

    Ari - Tamborin

    Backing Vokal : Risna – Wulan - Elisa

    D I S K O G R A F I

    ALBUM EMAS

    - MISTERI KEHIDUPAN

    - M A L I N G

    P H O T O F O L I O

    Pengalaman On Air

    1. SCTV : Pengiring Sang Bintang Dangdut Tahun Baru 2005

    2. INDOSIAR : Goyang Peyem Bandung Goyang Batagor Dangdut Ria

    3. TPI : Dangdut Yo Dangdut Nyai Dasima

    4. ANTV : Dangdut Euy Bandung

    5. TVRI : Rock’n Dut Dangdut Pro Launching Album Nita Talia Grand Final “ Bintang Dangdut Kopi Ya 2005” Welcome Dangdut 2007

    6. Lativi : Dangdud Dotcomm

    7. SINETRON : Cinta Segitiga Indosiar Cintaku Enak Gila Indosiar

    Off Air

    1. Pekan Raya Jakarta tahun 2004, 2005, 2006, dan 2007

    2. Roadshow 10 kota Kopi Ya Susu ( PT. Santos Jaya Abadi) 2005, Ujungpandang, Pekanbaru, Samarinda, Banjarmasin , Surabaya, Yogyakarta, Garut, Subang, Bandung dan Jakarta. Roadshow 10 kota Kopi Ya Susu ( PT. Santos Jaya Abadi ) 2006, Pekanbaru, Samarinda, Lombok, Denpasar , Surabaya, Solo, Tasikmalaya, Cimahi, Sukabumi dan Bogor.

    3. Safari Musik Gudang Garam, Pulau Jawa - 30 Kota, Sumatera - 10 Kota, dan Kalimantan - 5 Kota, Tahun 2006.

    4. Semarak Dangdut Kopi ABC – Sukabumi

    5. Pesta Merah Putih Gudang Garam, Kalimantan dan Sumatera, Tahun 2006

    6. Roadshow Minak Jinggo / Matra, 5 kota Jabotabek, tahun 2005.

    7. Goyang XL, Sumatera 3 kota, tahun 2006.

    8. Festival Kota Bogor tahun 2001.

    9. Launching Product Philips tahun 2005 dan PT. Arnots - 2005.

    10. HUT Radio SPFM Jakarta, tahun 2006

    11. HUT Partai Demokrasi Pembaruan Ke I di Lap Gasibu Bandung.

    12. Gebyar Tirta Tapta Permai – Bangka Belitung tahun 2006

    13. Goyang Neo Rheumacyl – Radio Dahlia Bandung, tahun 2007

    14. Goyang Sejati 5 Kota Di Jawa Barat

    15. Road Show Goyang Sejati Promo Album Dangdut Techno Nita Talia Prestasi - Nominator

    PRESTASI

    - ANUGERAH DANGDUT TPI Tahun 2001

    - Penghargaan HUT KOTA BOGOR KE 519

    - Penghargaan Gubernur Kalimantan Barat ( SCTV ACARA “ SANG BINTANG” )

    Dibawa ini lagu lagunya yang di Ambil dari mydunialagu.blogspot.com

    1. Maling - Rudysta (Dadeng RC & Rudysta)
    2. Ena Eya Eyo - Rudysta(Dian Black & Rudysta)
    3. Gempa - Rudysta (Efif Sastra & Ukam S )
    4. Hasrat - Rudysta (Andry, Oky & Rudysta)
    5. Kontras Bisu - Rudysta (Okky & Rudysta )
    6. Mumun - Rudysta (Ukam & Rudysta)
    7. Panas - Rudysta (Ukam S, Leman & Aldino)
    8. Percayalah - Rudysta (Hedy & Rudysta)
    9. Sendiri - Rudysta (Andry, Aang & Rudysta)


    Link ke posting ini



    A.Kadir Om Sinar Kemala 1960 juga mengeluarkan album Hindi song Bertittle AWAARAAHUNG yang sangat mirip dengan Awarahum Asli India.
    Music beriramakan arab melayu Hindustan.
    Di bawah ini lagu - lagunya :

    01 HUNG ABHI ME JAVAN
    02 TIDAK BERDAJA
    03 LAMUNAN TAK BERARTI
    04 AWARAA HUNG
    05 KEBESARAN TUHAN
    06 PERHIASAN DIRI
    07 NASIB SI BUNGA
    08 KELUHANKU
    09 MAIN NA JANU
    10 SAAT BERTEMUAN
    11 MEMBINA MASA DEPAN
    12 CHALIA MERA NAAM

    Download file lagunya Full rar klik disini
    Link ke posting ini



    "Three Prahasta" Pasti pada bingung semua...?Three prahasta salah satu Group musik dangdut yang berasal dari jember yang dipimpin oleh Cak Tupono ini memang unik tidak hanya dari namanya yang tanpa menyertakan embel - embel O.M yang biasa lazim di cantumkan dalam dunia kelompok musik melayu. karena nama O.M di depan nama group biasanya akan menunjukkan bahwa group itu adalah salah satu kelompok Organisasi Kesenian Melayu yang di singkat OM.

    Kali ini Three Prahasta mengeluarkan album yang berjudul "Duel Artis Dangdut Kasmaran By Three Prahasta" yang di produksi oleh Ainun Aula record dimana salah satu teman penulis juga bernaung di label produksi ini yakni Shova vicaro Vocalis OM RD 26 Sidoarjo, dalam album ini yang berisikan 10 lagu yang semuanya adalah kebanyakan di sadur dari lagu India Di lagu Janji ciptaan Alm Ellya Khadam kita akan lagsung disuguhi alunan musik yang beda karena mereka telah mengimprove dengan sayatan melody guitar ala Ingwee salah satu gitaris terbaik dunia, dan di susul dengan irama gendang Tabla yang sangat khas di padu tiupan seruling yang begitu tinggi membuat lagu ini terasa beda dengan aslinya,tapi sangat enak didengar bagi oarang - orang yang menyukai improvisasi dalam lagu.

    Album ini hanya mengusung 2 penyanyi atau vocalis yakni Ilmiyah Yusuf dan Lilin Herlina, makanya di beri judul Album "Duel Artis Dangdut Kasmaran Music By Three prahasta"
    Berikut lagu - lagunya yang bisa di Download :

    Opening Title Three Prahasta

    Ilmiyah Yusuf Three Prahasta - Arjuna Syair: Dani Khambara
    Ilmiyah Yusuf Three Prahasta - Cincin Permata Biru Cipt: Aziz Thalib
    Ilmiyah Yusuf Three Prahasta - Janji ( Elliya Kadam ) Cipt: Ellya Khadam
    Ilmiyah Yusuf Three Prahasta - Tak Merana ( Mardatilla ) Syair: Dani Khambara
    Ilmiyah Yusuf Three Prahasta - Terpesona ( Milikku ) Syair: Alwi Hasan
    Lilin Herlina Feat Iyan Three Prahasta - Kasih & Sayang Cipt: Fendy Agam
    Lilin Herlina Three Prahasta - Anganku ( Dillagaliya ) Syair: Dani Khambara
    Lilin Herlina Three Prahasta - Dosa ( Ampunilah ) Syair: Dani Khambara
    Lilin Herlina Three Prahasta - Jangan Lagi ( Takkan Lagi ) Syair: Dani Khambara
    Lilin Herlina Three Prahasta - Mencari ( Sifana ) Syair: Dani Khambara

    Via mediafire


  • Ilmiyah Yusuf - Arjuna
  • Ilmiyah Yusuf - Cincin Permata Biru
  • Ilmiyah Yusuf - Janji (Elya Khadam)
  • Ilmiyah Yusuf - Tak Merana (Mardatilla)
  • Ilmiyah Yusuf - Terpesona (Milikku)
  • Lilin Herlina - Iyan  - Kasih Sayang
  • Lilin Herlina - Anganku (Dillagaliya)
  • Lilin Herlina - Dosa (Ampunilah)
  • Lilin Herlina - Jangan Lagi (Takkan Lagi)
  • Lilin Herlina - Mencari (Sifana)
  • Terima Kasih kalaupun ada yang kurang mohon dimaafkan saran anda kami tunggu
    Link ke posting ini
    Link ke posting ini



    OM Sambada Vol I Album Joget India Pimp Basri Hermawan Dengan Imal Kurnia sebagai vocalisnya salah satu dangdut lawas yang mungkin akan mengobati kerinduan kita,lagu - lagunya yang berirama dangdut India berikut di bawah ini lagu - lagunya


    01 JOGET INDIA
    02 KEJUTAN
    03 BELAIAN CINTA
    04 SELONONG KOBOI
    05 GALAK CEMBURU
    06 MAUKAH KAMU
    07 HARMONI SENI
    08 JERITAN GELANDANGAN
    09 RATAPAN KALBU
    10 BERGANDENGAN TANGAN
    11 SETUJUAN
    12 PENEYESALAN
    13 KEMESRAAN
    14 TAK GUNA LAGI

    Silahkan Download Filenya Full Rar Klik disini
    Link ke posting ini


    Album Dangdut India tahun 1960 Fadiah El bass, Moh Vad'aq irama Arbian Orchestra Melayu

    1. UNTUKMU
    2. TUM HI HO MATA
    3. RELA
    4. BELAHAN DJIWA
    5. MAA MUJHE APNE
    6. PERTEMUAN
    7. TU DJE DJIWAN
    8. SADAR

    Silahkan Download Filenya Full Rar Klik Disini
    Link ke posting ini
    Link ke posting ini



    Ratna Antika Artis Dangdut kelahiran Malang ini sangat luar biasa performnya di atas panggung, dengan suara yang menurut saya agak serak serak basah dan juga manja,centil selalu menjadi ciri khasnya dan juga tak lupa goyangan atraktif turut memperindah penampilan sang Ratna Antika.
    Di beberapa kesempatan Show penulis sering kebarengan dengan Ratna Antika sendiri,penuh canda,tawa,guyon menambah keakraban penulis dengan Ratna, tak heran di setiap aksi panggungnya tak pernah sepi para maniac dangdut koplo jawa timur itu di karenakan ratna sering tampil dengan penuh keakraban dan nyaris tanpa jarak antara Ratna dengan para penontonya.
    Di postingan kali ini penulis menyajikan Kumpulan lagu Ratna Best Of The Best Ratna Antika yang di produksi Aneka Safari Record,dan seluruh Album ini lagu dangdut etnik banyuwangi dan campursari.

    Silahkan di download di bawah ini:

    Opening Title

    Ratna Anika - Turu Nang Dadane
    Ratna Antika - Denpasar Arjosari
    Ratna Antika - Duh Senenge
    Ratna Antika - I'Iye Yoyo
    Ratna Antika - Jaket Iki
    Ratna Antika - Mendem Roso
    Ratna Antika - Preman
    Ratna Antika - Sasak Gunting
    Ratna Antika - Warung Tendo
    Ratna Antika Feat Wawan - Alun Alun Nganjuk

    Download Via Mediafire
    Alun Alun Nganjuk - Ratna Antika & Wawan
    Denpasar Arjosari - Ratna Antika
    Duh Senenge - Ratna Antika
    I'Iye Yoyo - Ratna Antika
    Jaket Iki - Ratna Antika
    Mendem Roso - Ratna Antika
    Preman - Ratna Antika
    Sasak Gunting - Ratna Antika
    Turu Nang Dadane - Ratna Antika
    Warung Tendo - Ratna Antika

    Selamat Mendownload.......
    Juga jangan lupa download album Religinya Ratna Antika di bawah ini yang di ambil dari blognya temen http://ahmaddiedie.blogspot.com/ yang memang konsen untuk lagu lagunya Ratna Antika jadi anda juga bis berkunjung ke http://ahmaddiedie.blogspot.com/ yang memang bener-bener cinta mati ma si Ratna Antika

    Adakah Sisa Cinta - Ratna Antika
    Amempe Dhika - Ratna Antika feat Fauzi Zen
    Belajar Mengaji - Ratna Antika
    Bunga Cinta - Ratna Antika feat Fauzi Zen
    Hamawi Ya Mismis - Ratna Antika
    Keagungan Tuhan - Ratna Antika
    Mawar Indah - Ratna Antika
    Nabi Muhammad Mataharinya Dunia - Ratna Antika
    Pengantin Baru - Ratna Antika

    So jangan lupa ya...................kunjungi Full Dangdut Ratna Antika



    Link ke posting ini