v>
09.36 | Posted in , ,

Ellya Khadam (nama lahir Ellya, lalu Ellya Agus; lahir di Jakarta, 23 Oktober 1938; umur 70 tahun) adalah penyanyi, penulis lagu, dan pemeran Indonesia.

Karir

Selain sebagai aktris, Ia terkenal sebagai penyanyi dangdut dengan lagu Boneka Dari India bahkan masuk dalam jajaran perintis aliran musik ini. Lagu-lagu lain yang dipopulerkannya adalah Pergi Tanpa Pesan (ciptaannya sendiri), Beban Asmara, dan Ogah Ah!.


Filmografi

Elya Khadam - Akele Akele
Elya Khadam - Dunia Seni
Elya Khadam - Mari Kemari
Elya Khadam - Pernyataanku
Elya Khadam - Saat Perpisahan
Elya Khadam - Sesal Tiada Erti
Elya Khadam - Tak Jemu Menggoda
Elya Khadam - Tak Suci Lagi
Elya Khadam - Tiada Sabar
Elya Khadam - Tukang Foto
Elya Khadam - Wahai sayang
Elya Khadam- Bisikan Cintaku
Mansyur S & Elya Khadam - Buruk Sangka
Mansyur S & Elya Khadam - Tak Setuju
Mansyur S - Bunga Yang Berdusta
Mansyur S - Pesan Terakhir
Mansyur S - Terpesona
Elya Khadam & Hussein Al - Bintang Dan Sutradara
Elya Khadam & Mansyur S - Miskin
Elya Khadam & Mansyur S - Jangan Ragu
Elya Khadam & Mansyur S - Pandai Berdusta
Elya Khadam & Mansyur S - Tukang Jamu

Ellya Khadam Sang Legenda dengan Tiga Nama

JASAD sang penyanyi legendaris Ellya M. Harris saat kejayaan lagu sendu "Kau Pergi Tanpa Pesan" itu, kini terbaring bisu di balik bumi. Sampai batas akhir hayatnya, Senin, 2 November 2009, tak banyak lagi orang mengenal nama besar Ellya M. Harris di pentas musik dangdut, sejak terkubur di balik nama Ellya Khadam. Di jelang akhir tahun 1970, alunan ekspresif dalam ratapan lagu mendayu-dayu iringan Orkes Melayu (OM) Chandraleka, pimpinan M. Harris itu melesat tajam, sekaligus menamatkan kepopuleran nama Ellya Agus.

Kesaksian sejarah perjalanan musik dendang Melayu, sebelum populer dengan sebutan dangdut, mencatat nama Ellya Agus sebagai primadona tiada duanya. Kemasyhuran lagu ceria "Boneka Dari India" maupun kesenduan lagu "Termenung" di putaran tahun 1958, jadi bukti pengakuan sukses Ellya Agus masa lampau, jauh sebelum orang mengenalnya sebagai Ellya Khadam. Namun, album "Kau Pergi Tanpa Pesan" yang melejitkan pula lagu "Pengertian", pantas dicatat sebagai puncak kejayaan panjang Ellya, yang dibangun sejak dangdut masih dianggap musik kelas pinggiran!

Dengan ketajaman lintasan reputasi tiga nama dari era Ellya Agus, Ellya M. Harris hingga Ellya Khadam, artis penyanyi kelahiran Jakarta 1938 itu, memang pemilik gelar "Ratu Dangdut" pertama di negeri ini! Fenomena artis dangdut sekaliber Ellya Khadam, tak mudah mengering dalam kecintaan pemujanya, meski melintasi rentang pergantian masa. Tentu, karena keteguhan konsep almarhumah, yang menunjukkan dedikasi tinggi untuk tampil konsisten bergaya India. Kekuatan lengkingan vokal khas, aksesori, dan aksi pentasnya menyatu dengan keutuhan gaya India.

Tak peduli dengan terpaan gunjingan sumbang! Ellya terus menguatkan posisinya di peringkat penyanyi dangdut papan atas. Dalam kenangan generasi "jadul", aksi dan kepopuleran Ellya terpahat, semasa penyanyi ini mengemuka bersama lagu "Boneka Dari India" dan "Termenung" iringan OM "Kelana Ria" pimpinan Adikarso, mengangkangi sukses lagu "Ratapan Anak Tiri" (Mashabi), "Keluhan Anak Yatim" (Juhana Satar), "Sekedar Bertanya" (Babay Suhaemi), "Keagungan Tuhan" (Ida Laila), dan Elvy Sukaesih yang berlagu "Sampaikan Salamku".

Di masa kejayaan OM "Pancaran Muda" dan OM "Purnama" itu, pamor Ellya lahir sebagai kiblat pasar pentas musik dangdut. Kisah ketangguhan Ellya Khadam pun jadi fenomena tersendiri dalam kancah musik dangdut, terdukung oleh kemampuannya menulis lagu, yang pas dengan karakteristik suaranya. Tak kepalang tanggung, kefasihan Ellya berbahasa India memantapkannya sebagai "Ratu Dangdut", menyusul sukses berduet dengan Muchsin Alatas dalam legenda lagu "Sawen Kamahina"!

Akan tetapi, Ellya tak mampu melawan proses seleksi alami, ketika percaturan artis dangdut membuka paradigma baru selepas tahun 1970-an. Predikat bergengsi Ellya Khadam sebagai "Ratu Dangdut" pun harus memudar. Bahkan, riwayat kejayaan panjang Ellya mengering dalam ingatan banyak orang, yang tersapu arus kehadiran penyanyi generasi penerusnya. Julukan "Ratu Dangdut" lalu bergulir dan mengemuka di depan nama Elvy Sukaesih. Terlebih, setelah Elvy pernah jadi pasangan duet harmonis Rhoma Irama.

Pengakuan

Sungguh pun begitu, sejarah senantiasa bersaksi tentang sukses masa lampu Ellya Khadam. Sejumlah karya cipta lagunya mampu melegenda di tengah kehidupan masyarakat hingga kekinian. Bukan hanya lagu "Boneka Dari India" yang memasyarakat, lagu hit Ellya lainnya pun pernah kembali merebut pasar kaset pop dangdut lawas! Ingat kembali kesenduan lagu "Termenung", yang mendongkrak sukses-ulang Titiek Sandhora, era 1990-an.

Kemashuran "Kau Pergi Tanpa Pesan" di masa kejayaan Ellya M. Harris, juga sukses menguatkan kiprah Iis Dahlia, berdangdut nostalgianya. Bahkan, lagu "Janji" yang lahir setelah Ellya memimpin OM El-Sitara, mencuat sebagai dendang Siti Noorhaliza sang artis Malaysia. Saat itu, pamor Ellya Khadam tengah meredup, dan nyaris terlupakan orang. Terbukti, Mansyur S., terpaksa harus mengingatkan seorang kontestan penyanyi dangdut di TPI, ketika syair "karena" dalam lagu itu diucapkan berganti "kerana"...

Sang kontestan mengira lagu "Janji" produksi Malaysia, hingga aksennya menuruti gaya Siti Noorhaliza. "Harap diingat, itu lagu Mbak Ellya Khadam lho! Bukan lagu Malaysia...." tegur Mansyur S. Benar, predikat "Ratu Dangdut" Ellya Khadam sudah berlalu dari kondisi kekinian. Namun, sejumlah karya cipta lagu almarhumah, abadi dalam kelangsungan musik dangdut. Legenda sukses lagu "Boneka Dari India" pun tak terpisahkan dari kehadiran film komedi "Boneka Dari India" karya alm. Nyak Abbas Akup (1989).

Kejayaan Ellya Khadam pun terbingkai dalam banyak film nasional, seperti di film "Tjita-Tjita Ajah" (1959), "Ratu Rumah Tangga","Mak Tjomblang" (1960), "Matahari Pagi" (1968), "Di Balik Pintu Dosa" (1970), "Bajingan Tengik", "Dunia Belum Kiamat" (1971), "Bing Slamet Setan Jalanan" (1972), "Biang Kerok Beruntung", "Sopir Taksi" (1973), "Musuh Bebuyutan", "Buaye Gile , "Ratapan Si Miskin" (1974), "Dukun Kota" hingga berperan penting dalam film "Ayah Tiriku Ibu Tirimu" garapan alm. Mardali Syarief, dan "Ridho Allah" (1977) karya Young Indrajaya.

Masih banyak film lainnya yang menghadirkan sosok Ellya Khadam. Bisa dimaknai, itu merupakan pengakuan dunia film nasional atas reputasi gemilang almarhumah sebagai penyanyi dangdut yang pernah jadi idola pada masanya. Dalam perjalanan kariernya di kancah dangdut, Ellya pernah sukses berduet dengan Oma Irama (kini Rhoma Irama), Muchsin Alatas, dan Rudy Anand.

Kini, Elly Khadam hanya tinggal sebuah nama dalam perjalanan musik dangdut Indonesia. Sebuah nama yang terbingkai abadi dalam kenangan, tentang kisah keemasan sebuah figur artis dangdut yang teguh dengan gaya India-nya.

"Boneka Dari India" dan "Kau Pergi Tanpa Pesan" jadi legenda kebesaran seorang Ellya. Seorang artis yang mengarungi pasang-surut musik dangdut dengan tiga nama; Ellya Agus, Elly M. Harris dan Ellya Khadam. Tiga nama dalam satu sosok penyanyi legendaris, yang rendah hati, gampang akrab dan terkadang …. genit-genit manja! Tiga nama dalam satu sosok Elya. Selamat jalan Ellya.***

Yoyo Dasriyo
Wartawan, pemerhati film nasional dan sinetron

Comments

9 responses to "ELLYA KHADAM"

  1. TL On 10 April 2010 21.42

    ada lagu beban asmara ga Mbak?

     
  2. DANGDUT SIRFTUM On 11 April 2010 20.50

    Silahkan di cari di postingan OM El Sitara
    http://dangdutsonata.blogspot.com/search/label/om%20el%20sitara

    Selamat download thanks udah mau berkunjung

     
  3. DANGDUT SIRFTUM On 11 April 2010 20.50

    kliok di atas ya...untuk lagu beban asmara

     
  4. Anonim On 21 April 2010 08.50

    Ada Rhoma irama feat Elvi sukaesih - Pasar minggu ?????

     
  5. DANGDUT SIRFTUM On 21 April 2010 21.40

    sebelumnya terima kasih udah mau berkunjung di DS Untuk lagu Oma Irama pasar minggu saya juga lagi hunting ini mas........mudah2an saya bisa menemukan dan nanti kita bisa shre di sini

     
  6. Anonim On 5 Agustus 2010 00.45

    saya mau nanya nih mas, klo lagu bunga dahlia penyanyi asli'y siapa y?
    saya penggemar dangdut jaman dulu seperti Mashabi, A. Kadir dan orkes melayu lain'y.
    klo ada penyanyi asli bunga dahlia saya mnta link'y ya..

    trimakasih

     
  7. romeo oropa papua On 18 Juni 2012 01.27

    I LOVE U ELLYA KHADAM

     
  8. romeo oropa papua On 18 Juni 2012 01.29

    I LOVE U ELLYA KHADAM

     
  9. Haidir Iswandi On 7 Desember 2012 19.34

    ada kumpulan lagu babay suhaemi gk mass?