v>
05.18 | Posted in ,

Dimana-mana Dipanggil Mbah "Dukun"PENIKMAT dangdut punya sensasi baru. Namanya Alam. Nyaris setiap pagi, siang, dan malam, lewat acara-acara musik dangdut di televisi, Alam menyembur pemirsa dengan lagu Mbah Dukun. Lagu itu langsung mencuri perhatian dan menjadi fenomena. Hampir di setiap kesempatan lagu itu dijadikan andalan penyanyi untuk memikat pendengar. Tapi karena masih dalam masa promosi, Alam belum bisa memenuhi panggilan manggung. ''Masih menomorsatukan jadwal promosi,'' ujar adik penyanyi dangdut Vety Vera ini.

Para pemusik di kafe-kafe dangdut juga mendapat tantangan baru. Permainan gitar harus memperbanyak unsur distorsi untuk mendapatkan efek rock. Lagu itu bagi komunitas tertentu sebagai ajang uji ketrampilan bermusik. Chord gitar lebih progresif. Bukan hanya di wilayah nada diatonis, tapi juga menyebrang ke area pentatonis. Musik diramu dari beberapa unsur berbeda. Ada nuansa balada, hentakan dangdut, lengkingan rock, dan irama jaipong. Syairnya ditulis dengan gaya bertutur, seperti lagu balada. Juga ada unsur humornya. Tema lagunya memang sudah umum. ''Tapi saya mendekati dari kacamata remaja. Namanya remaja, pasti belum kenal dunia dukun. Mengenal dukun lebih sebagai wacana obrolan saja. Ada unsur nakalnya, mau sok bijak mengingatkan Mbah Dukun. Orang -- penggemar dangdut -- sudah capek dengan tema serius. Sejak krisis, banyak orang lari ke paranormal. Nah, saya menangkap momen itu. Kalau remaja datang ke dukun, pasti soal cinta, hahaha,'' ungkap Alam, kelahiran Ciawi, 11 Mei 1981. Di video klip, lagu itu jadi makin menarik dengan penampilan Alam yang menyanyi dengan ala Michael Jackson. Dalam tempo kurang dari 2 bulan, masyarakat demam lagu Mbah Dukun. Prestasi yang mengagumkan. Sekarang, Alam lebih sering dipanggil Mbah Dukun ketimbang nama aslinya.

Musik dangdut memang mencatat banyak nama penyanyi. Tapi tidak semua mempunyai identitas kuat. Tahun 60-an Rhoma Irama yang hadir dengan sound gitar yang dikulik dari Ritchie Blackmore -- mantan gitaris Deep Purple -red., membawa angin segar. Tahun lalu juga sempat ada beberapa penyanyi yang mencuri perhatian, seperti Masud Sidik lewat lagu Duda dengan sentuhan qosidah. Disusul dengan lagu-lagu bernuansa tradisional, seperti Waru Doyong.
Album Mbah Dukun yang berisi lagu Mbah Dukun, Sabu-Sabu, Gersang, Ngelamar, Sumpah, Ibu, Cindy, dan Kau, dikerjakan awal tahun 2001 dengan biaya sendiri. Hj. Enok Erni, ibu Alam yang juga merangkap sebagai manajer, rela merogoh kocek sebesar 60 juta untuk produksi album dan biaya pembuatan video klip. ''Saya melihat dia mempunyai bakat kuat. Waktu kuliah, memang dia sering ngamen. Tapi lagu-lagu rock. Sampai akhirnya dia menawarkan konsep musik dangdut yang menurutnya berbeda. Bukan karena dia anak saya. Tapi tema lagunya juga memang kuat,'' ungkap Hj. Enok Erni. Untuk mewujudkan impiannya, Alam menghubungi pencipta lagu Endang Kurnia.

Alam juga yang minta pada Endang Kurnia untuk memasukkan berbagai unsur musik dalam lagu Mbah Dukun. ''Karena sering mengalami perubahan, biaya produksi membengkak. Tapi nggak apa-apa, yang penting puas. Mendapatkan karakter yang diinginkan,'' ungkap Hj. Enok Erni. Akhir tahun 2001, album Mbah Dukun selesai. Enok Erni lalu menjual master lagu itu ke New Metro dengan perjanjian akan mendapat royalti di atas seribu rupiah setelah kaset terjual 40 ribu keping. Sekarang bisa dihitung, jika royalti dimulai angka 40.001 -- sekarang sudah terjual sekitar 200 ribu keping -- berarti Alam telah menangguk untung sekitar 160 juta. ''Kalau balik modal dari pertama menjual, sudah. Nah, setelah terjual sekian ribu keping tinggal menghitung royaltinya. Royalti biasanya setiap 6 bulanan,'' ungkap Alam yang memang pengagum berat Michael Jackson ini.
Bakat menyanyi Alam telah terlihat sejak kecil. Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, Alam sering mengikuti lomba menyanyi lagu anak-anak. ''Tapi nggak pernah menang. Waktu itu saya masih cadel, hahaha,'' bilang Alam. Lulus SMA, dari Tasikmalaya, Alam pindah ke Bandung dan kuliah di jurusan komputer. Saat itu pula Alam mulai menyukai lagu-lagu Michael Jackson sekaligus mengikuti gayanya saat menyanyi. Dalam lingkungan terbatas, Alam suka memamerkan gaya Jacko-nya itu. Di Bandung, kalau uang habis, dia ngamen di bis kota membawakan lagu-lagu rock. ''Biasanya kalau uang dari orangtua habis, saya minta ke Kak Vety. Tapi baru beberapa hari sudah habis lagi. Mau minta lagi, malu. Ya, ngamen. Orangtua dan kakak juga tahu kalau saya ngamen,'' ungkap Alam. Tanpa Alam sadari, pengalaman ngamen ini makin menambah rasa percaya dirinya. "Ada Mbah Dukun sedang ngobati pasiennya. Konon kabarnya sakitnya karna diguna-guna/Sambil komat kamit mbah Dukun baca mantra". Uh....... gh...........
sebagian lagunya di bawah ini bisa di Download :

Alam - Embah Dukun
Alam - Gersang
Alam - Ibu
Alam - Kau
Alam - Ngelamar
Alam - Sabu Sabu
Alam - Sindy
Alam - Sumpah
��

Comments

0 responses to "ALAM ( MBAH DUKUN )"